Cara Mengembangkan Bakat yang Dimiliki Anak Sejak Dini

Alt Key : Cara Mengembangkan Bakat yang Dimiliki Anak – Cara Mengembangkan Bakat Anak Sejak Dini – Pentingnya Pengembangan Potensi Kemampuan Anak Usia Dini

Delia Hijab, Cara Mengembangkan Bakat yang Dimiliki Anak Sejak Dini – Setiap anak terlahir dengan keunikan dan bakatnya masing-masing. Sementara tugas kita sebagai orang tua adalah mengenali dan mengembangkan bakatnya tersebut. Sebab, bakat yang dimiliki anak merupakan salah satu bekal agar si kecil bisa sukses di dalam hidupnya kelak.

Meski begitu, terkadang mengenali dan mengembangkan bakat anak bukanlah hal yang mudah. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapat, bila si kecil mengasah minat dan bakat sejak dini. Ya salah satunya kemungkinan besar ia akan mudah menemukan apa yang disukainya dan meraih sukses di kemudian hari.

Lantas, bagaimana cara mengenali dan mengembangkan bakat anak? Psikolog sekaligus Co-founder BCreative: Kids Talent Academy, Wisesty Fithry Marrisa, M.Psi, memaparkan 5 langkah cara mengembangkan bakat yang dimiliki anak sejak dini. Dilansir dari Kumparan.com, yuk simak di Delia Hijab.

 

Alt Key : Cara Mengembangkan Bakat yang Dimiliki Anak – Cara Mengembangkan Bakat Anak Sejak Dini – Pentingnya Pengembangan Potensi Kemampuan Anak Usia Dini

 

Cara Mengembangkan Bajat yang Dimiliki Anak Sejak Dini

Mengenali Lebih Dalam

Wisesty mengatakan hal pertama yang bisa kita lakukan untuk mengembangkan bakat anak adalah mengenali dulu secara lebih dalam apa yang disukai atau diminati anak. Ini biasanya bisa dilakukan pada anak usia 0-7 tahun.

“Kita bisa mengenalkan anak dengan hard skill dan soft skill. Kita kenalkan nih dengan aktivitas menarik. Misalnya tarian, ada musik, ada vokal, dan masih banyak lagi. Selain itu, kita juga bisa mengenalkan anak dengan kemampuan leadership misalnya. Kita buat situasi di mana mereka harus memimpin sebuah permainan. Jadi di sini anak belum terlibat secara langsung. Baru mengobservasi atau dikenalkan lebih dulu,” kata Wisesty dalam Sharing Session: Eksplorasi Bakat Anak bersama Ruang Ilmu ArRidha AlSalaam, Kamis (24/9/20).

Menumbuhkan

Fase ini biasanya dimulai saat anak berusia 7-15 tahun. Ini adalah fase menumbuhkan, di mana orang tua mulai membuat anak terlibat dalam suatu aktivitas-aktivitas yang bisa menumbuhkan bakatnya. Bisa melalui membuat project, mengikuti workshop atau kegiatan tertentu di sekolah.

Membaca

Fase membaca bakat anak adalah yang terpenting. Jadi kita bisa tahu anak punya bakat tertentu atau tidak. Sebenarnya fase ini ada di setiap fase dari mengenalkan, menumbuhkan, sampai mengembangkan.

“Membaca ini kita bisa lakukan dengan mengobservasi anak kita. Pada anak usia 15 tahun, sudah bisa dilakukan dengan psikolog. Minat dan bakat pada penjurusan SMA,” ujarnya.

Sayangnya, tes dan minat di dunia pendidikan sekarang ini, masih terpaku pada penjurusan ketika anak sekolah. Sebenarnya manfaatnya bisa lebih dari itu. Pada tes bakat ini belum bisa dilakukan pada usia anak di bawah 15 tahun, karena proses perkembangan anak sampai 15 tahun masih dalam proses pencarian.

 

Alt Key : Cara Mengembangkan Bakat yang Dimiliki Anak – Cara Mengembangkan Bakat Anak Sejak Dini – Pentingnya Pengembangan Potensi Kemampuan Anak Usia Dini

 

Menentukan Bakat Anak

Untuk menentukan bakat anak, kita harus melihat ciri-ciri yang ditunjukkan anak. Pertama apakah dia merasa senang dulu atau tidak. Ciri-cirinya bisa terlihat ketika anak melakukan aktivitas tertentu apakah dia merasa bahagia, sering tersenyum, tertawa, dan bersemangat atau tidak.

“Lalu anak merasa mudah melakukan bakat tersebut. Ciri-cirinya mereka lebih cepat melakukan aktivitas itu daripada teman-temannya yang lain.

Kemudian, ada yang namanya excellent. Ini adalah salah satu tanda bakat yang tidak bisa diobservasi orang tua, tapi terlihat dari orang lain. Biasanya cirinya adalah dapat pujian dari orang lain, prestasi, ada penilaian dalam bentuk raport misalnya,” kata Wisesty.

Mencatat

Ya, proses mencatat ini sangat penting untuk menentukan bakat anak kita. Sebab pada proses mencatat ini, untuk mengingat apa-apa saja kegiatan yang sudah dilakukan anak dan mana saja yang paling diminatinya.

“Sayangnya orang tua jarang melakukan hal ini. Padahal pencatatan ini penting untuk mengikat. Karena kalau tidak dicatat bisa-bisa lupa lagi anak bakatnya apa,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Butuh bantuan?
Assalamu'alaikum, ada yang bisa dibantu kak?