Kisah Pria Berkuda dari Sukabumi ke Monas Reuni 212

Delia Hijab - Baju Gamis Modern - Viral Kisah Pria Berkuda dari Sukabumi ke Monas Reuni 212

Delia Hijab – Baju Gamis Modern | Kisah Pria Berkuda dari Sukabumi ke Monas Reuni 212

Pada aksi damai reuni 212 lalu tidak hanya berbekas kenangan pada tiap muslimin yang hadir. Aksi yang sudah diadakan 4 kali secara berturut-turut setiap tahunnya ini selalu sukses membangkitkan semangat persatan muslimin Indonesia.

Delia Hijab - Baju Gamis Modern - Viral Kisah Pria Berkuda dari Sukabumi ke Monas 212

Namun dibalik berhasilnya acara tersebut, ada kisah unik yang hadir pada agenda ke 4 atau Reuni 212 Jilid III kemarin. Yaitu kisah peserta asal Sukabumi, Sandi Nopiandi yang menunggang kuda dalam perjalanannya menuju monas.

Pendiri Pesantren Yatim Yayasan Cinta Dakwah Indonesia ini mengaku memang suka berkuda. Sandi menceritakan bahwa menghadiri reuni 212 dengan menunggangi kuda jadi salah satu impiannya. Dirinya ingin menyiarkan kegiatan sunnah melalui momen reuni 212.

View this post on Instagram

A post shared by Sandi Nopiandi (@kakmasta) on

Dengan kawannya dari Bogor dan Depok, Sandi menyusun rencana untuk merealisasikan mimpinya ini. Terhitung total ada sembilan ekor kuda yang turut menjadi saksi damainya reuni 212.

Kuda hitam yang dinamai Barra Arroya ini tidak ditunggangi Sandi dari Sukabumi. Melainkan dari titik berkumpul dari Citereup Bogor. Dari situlah awal mula langkah kesembilan pasukan berkuda ini menyusuri jalanan menuju Monas.

Ia kemudian menyusun rencana dengan kawan-kawanya di Bogor dan Depok untuk bersama-sama menunggani kuda menuju monas. “Total ada sembilan ekor kuda yang berangkat menuju monas untuk ikut dalam reuni 212,” ucapnya.

Delia Hijab - Baju Gamis Modern - Viral Kisah Pria Berkuda dari Sukabumi ke Monas 212

Dirinya membeberkan perjalanannya dari Citereup dimulai pukul 00:00 WIB minggu dini hari menuju Jakarta Selatan. Setelah 8 jam perjalanan, mereka tiba di Jakarta Selatan dan beristirahat di Masjid Al-Ikhlas. Kemudian perjanlanan dilanjut pukul 21:00 dan tiba di Monas pukul 24:00.

Perjalanan yang ditempuh Sandi dari Sukabumi menuju monas terhitung selama 38 jam. Terdapat dua mobil yang menemani dan mengawal perjalanan. Satu yang bertugas menyimpan logistik makanan dan perlengkapan berkuda. Sementara satu lainnya digunakan untuk tim perawat kuda yang mengikuti di belakang barisan.

Sandi mengaku bukan tidak mau menunggangi kuda kesayangannya langsung dari Sukabumi. Akan tetapi dikarenakan jarak tempuh dan persiapan singkat juga kondisi lalu lintas perjalanan yang tidak memungkinkan saat itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Butuh bantuan?
Assalamu'alaikum, ada yang bisa dibantu kak?