Cara Menghitung Keuntungan Jualan Yang Baik dan Benar

Keyword : Cara Menghitung Keuntungan Jualan Yang Baik dan Benar

Cara menghitung Keuntungan Jualan Yang Benar sangat penting untuk dikuasai para pebisnis. Sebab semua aktivitas bisnis yang dicari utamanya adalah mencari keuntungan atau laba. Sehingga apabila kamu kurang teliti dalam perhitungan laba tersebut, tentu bisa berbahaya karena berurusan langsung dengan uang dan perkembangan masa depan bisnis kamu selanjutnya.

Adapun laba keuntungan terdiri dari 2 jenis, yakni, laba bersih dan laba kotor. Masing-masing mempunyai perhitungan beserta rumus yang berbeda. Jika salah hitung, tentu artinya bisa salah.

Misalnya cara menghitung laba bersih. Biasanya, kekeliruan yang terjadi dalam cara perhitungan laba bersih ini terletak pada angka yang seolah-olah menunjukan adanya untung dalam bisnis yang sedang dijalankan. Padahal sebenarnya usaha justru sedang mengalami kerugian tanpa kalian sadari.

Hal tersebut bisa fatal bukan? Sebab itu perlu ketelitian maksimal bila kamu ingin jadi pengusaha yang profesional.

Cara Menghitung Keuntungan Jualan Yang Benar

Cara Menghitung keuntungan Jualan Yang  Baik dan Benar

Kita mulai dengan menghitung laba bersih. Bila kamu lupa dalam memasukkan elemen yang tidak diikutkan dalam perhitungan, maka cara menghitung keuntungan jualan pun jelas bisa keliru, dan harus diulang dari awal lagi. Penjelasan dari laba bersih sendiri ialah merupakan selisih dari adanya laba kotor, yang sudah dikurangi dengan seluruh biaya yang telah keluar termasuk biaya operasional.

Biaya operasional ini mencakup adanya biaya penyusutan, biaya administrasi, dan pemasaran.

Lalu bagaimana rumus yang harus dipergunakan secara runtut dalam menemukan laba bersih? Simak selengkapnya:

1. Ketahui Rumus Hitung Laba Kotor

Yang pertama dalam cara menghitung keuntungan penjualan, kamu harus mencari laba kotor, yang merupakan selisih dari adanya hasil penjualan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapat maupun menghasilkan produk, baik barang ataupun jasa. Maka rumusnya sebagai berikut:

Laba Kotor + Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan

2. Dapatkan Angka dari Penjualan Bersih Terlebih Dahulu

Dalam melakukan perhitungan laba kotor, maka kamu perlu mencari angka dari penjualan bersih terlebih dahulu. Lalu bagaimana caranya? Yang pertama adalah, kurangi pendapatan usaha kamu dengan semua biaya yang sudah keluar untuk transaksi penjualan.

Penjualan bersih sebenarnya tidak selalu dalam bentuk kas, namun bisa juga berupa piutang yang disebabkan oleh adanya penjualan yang memang tidak memakai transaksi tunai. Jadi dari sini penjualan kredit pun diakui pula sebagai suatu penjualan, Maka rumusnya seperti ini.

Penjulan Bersih = Penjualan – Potongan Penjualan – Retur Penjualan

Baca Juga : Usaha Makanan yang Lagi Hits Auto Cuan ini Rahasianya!

3. Temukan Nilai Angka pada Harga Pokok Penjualan

Gabung Partnership Delia Hijab Klik Selengkapnya

Setelah selesai menemukan angka penjualan bersih, cara menghitung laba selanjutnya adalah menentukan harga pokok penjualan agar bisa ditemukannya laba kotor. Harga pokok penjualan pun bisa termasuk seluruh biaya pembelian barang dagang, yang juga termasuk pula adanya persediaan barang dagang yang telah dibeli pada periode sebelumnya, atau yang sudah lewat. Rumusnya yakni sebagai berikut.

Harga Pokok Penjualan = Persedian Awal – Pembelian Bersih – Persedian Akhir

4. Masukan Semua Angka Dalam Rumus dan Hitunglah Laba Bersih

Setelah semua angka telah siap, maka masukanlah nilai penjualan bersih tersebut maupun harga pokok penjualan, yang nantinya digunakan untuk mencari laba kotor terlebih dahulu. Setelah hasil perhitungan laba kotor sudah keluar, maka kurangilah dengan adanya beban usaha (biaya operasional atau non operasional), untuk mendapatkan hasil akhir dari laba bersih. Berikut adalh rumusnya.

Laba Bersih = Laba Kotor – Beban Usaha

5. Hasil Akhir Laba Bersih

Bila sudah selesai dikerjakan secara runtut, maka maka boleh teliti lagi catatan pengeluaran supaya tidak ada lagi yang tertinggal, termasuk pajak. Karena laba bersih ini adalah penghasilan bersih yang akan kamu peroleh baik dari luar usaha pokok maupun usaha pokok itu sendiri selama satu periode.

Dengan memahami cara menghitung keuntungan penjualan, maka hasil laba atau keuntungan dari usaha kamu akan dapat dihitung dengan benar. Selain itu, apabila kamu membutuhkan nasehat atau pelatihan terkait bisnis ini, Anda bisa bergabung menjadi Partnership Delia Hijab dengan ahli pelatihan bisnis.

Untuk informasi lain terkait Partnership Delia Hijab maupun produk fashion lainnya, kamu bisa menghubungi admin kami dengan Klik DISINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Butuh bantuan?
Assalamu'alaikum, ada yang bisa dibantu kak?