Istidraj dan Dosa Penghalang Rezeki

Delia Hijab – Baju Muslim Casual – Hijab Sukabumi – Istidraj dan Dosa Penghalang Rezeki

Delia Hijab – Baju Muslim Casual – Hijab Sukabumi – Istidraj dan Dosa Penghalang Rezeki

Ngobrol soal rezeki, setiap Muslim tidak boleh merasa iri terhadap rezeki berlimpah yang orang lain dapat. Sebaliknya, orang yang rezekinya belum lancar, bisa jadi itu disebabkan karena terhalang oleh dosa yang pernah diperbuat.

Rezeki, apapun itu semuanya adalah pemberian dari Allah. Akan tetapi kapan diberikannya rezeki terkadang ada penghalangnya, yaitu dosa. Lalu apa dalilnya?

Delia Hijab – Baju Muslim Casual – Hijab Sukabumi – Istidraj dan Dosa Penghalang Rezeki - Model Gamis Terbaru 2020 – Sherin Dress – Delia Hijab - Full Color - Baju Muslim Casual - Baju Gamis Modern

Dosa Penghalang Rezeki

Dari Tsauban bahwa Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya seseorang akan terhalang dari rezekinya karena dosa yang ia lakukan” [HR. Ibnu Majah]

Jadi supaya rezeki kamu lancar, sebaiknya sering-seringlah membaca istighfar dan bertaubat, jauhi perbuatan yang akan menambah dosa.

Meski begitu, kadang ada juga orang yang sering berbuat dosa dan nggak tobat juga, tapi masih kaya, hartanya banyak dan berlimpah. Sedangkan seorang Muslim sejati yang ibadahnya terjaga, hanya mendapat rezeki yang pas-pasan.

Menyikapi kondisi tersebut, seorang Muslim tidaklah perlu merasa iri dengan hal seperti itu. Sebab hakikatnya nikmat yang dirasakannya tersebut adalah nikmat yang semu.

Delia Hijab – Baju Muslim Casual – Hijab Sukabumi – Istidraj dan Dosa Penghalang Rezeki

Istidraj

Dari Uqbah bin Amir bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika kau melihat Allah memberi nikmat dunia kepada seseorang atas perbuatan dosanya, maka hal itu adalah istidraj.” [HR. Ahmad]

Kamu harus tahu, kalau limpahan kekayaan seperti itu bukanlah suatu tanda kemuliaan, melainkan itu adalah istidraj. Istidraj artinya suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” [QS. 6 : 44)

Sebagai contoh, seorang hidupnya lebih dari berkecukupan. Jangankan untuk berbagi rezeki, sholat atau mengaji saja bahkan tidak pernah. Kehidupannya mungkin terlihat harmonis, tapi seperti itulah azab dunia yang mengerikan. Sebab akan sulit untuk menyadari apa yang salah dengan diri karena tertutup kenikmatan yang semu. Dalam Al-Qur’an, Surat ke-68 Al-Qalam ayat 17-33 diceritakan kisah istidraj yang menimpa seorang pemilik kebun. Semoga kita senantiasa ditunjukkan kepada jalan yang lurus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Butuh bantuan?
Assalamu'alaikum, ada yang bisa dibantu kak?