Skill Leadership yang Wajib Dikuasai

Skill Leadership yang Wajib Dikuasai Dalam Dunia Kerja

Ada sedikit cerita klasik dalam dunia profesional yang kerap terjadi di banyak perusahaan. Kurang lebih sebagai berikut ini:

Saat baru terjun ke dunia kerja, biasanya hal pertama yang akan dilakukan oleh para pegawai baru, khusunya yang masih minim pengalaman adalah dengan mengikuti segala arahan dan juga  limpahan tugas dari atasannya. Selang beberapa waktu, barulah mungkin ia mulai dilepaskan untuk menyelesaikan tanggung jawabnya sendiri.

Tiga bulan berjalan, pegawai tersebut masih cukup kewalahan menghadapi ritme pekerjaan. Ia kerap kebingungan untuk menyiasati tumpukan kerjaan dan juga  hal-hal tak terduga yang mengharuskannya berpikir keras mencari solusi.

Tiga bulan berikutnya, ia makin paham dengan fase kerja dan juga mulai haus akan ilmu baru. Ia mengajukan diri pada atasannya agar bisa dipercaya untuk mengerjakan hal lain yang kiranya bisa menjadi bahan pembelajaran untuknya. Sayangnya, atasan tersebut tidak bisa melihat potensi baik dari pegawai tersebut. Permintaannya pun dianggap angin lalu. Bekerja seperlunya saja, yang penting tugas selesai dan beres.

Lalu tiga bulan kemudian, pegawai tersebut merasa sangat bosan, bahkan tertekan. Pertanyaan seperti “Kok kerjaanku gini-gini aja, ya?” atau “Gimana mau berkembang kalau dikit-dikit disalahin?” dan lain sebagainya.

Tidak mau tertekan macam katak yang terperangkap di dalam tempurung, pegawai tersebut pun mencari kesempatan di kantor lain.

Di sisi lain, yang jarang di ketahui, ternyata si atasan pun merasa kewalahan. Ia sering berpikir apa yang menyebabkan pegawai-pegawai dengan kinerja yang bagus meninggalkannya. Dan apa pula yang membuat karyawan lain susah sekali diberi pengertian dan juga kepercayaan? Sekalinya ada, pasti tidak betah untuk berlama-lama.

Ternyata ada satu hal yang sangat penting yang dibutuhkan oleh pemimpin selain skill komunikasi dan juga skill decision making, yang luput dalam benak sehingga membuat pekerjaan menjadi sulit untuk didelegasikan serta menjauhkan perusahaan dari pegawai-pegawai terbaiknya, yaitu kemampuan mentoring atau skill leadership.

Apa Sih Mentoring Itu?

skill leadership

Mentoring atau skill leadership adalah kegiatan pendampingan untuk orang atau kelompok berupa dukungan dan juga bimbingan yang bertujuan untuk dapat membentuk pertumbuhan, perkembangan, kompetensi dan juga karakter mentee (orang yang didukung) ke arah yang positif dan lebih baik.

Dalam dunia kerja, mentoring berarti membimbing dan juga mengembangkan kemampuan seseorang agar bisa mengevaluasi diri serta dapat mengeluarkan potensi terbaiknya sehingga pekerjaan bisa dilakukan secara auto pilot.

Baca Juga :

Kenapa Mentor sangat Dibutuhkan?

Dalam dunia kerja yang lebih luas dan juga penuh persaingan. Kamu sudah dianggap dewasa dan tidak ada keharusan untuk mengejar nilai tertentu. Akan tetapi, kamu tetap butuh ilmu dan juga arahan untuk bisa terus berkembang sesuai dengan karakter dan juga kompetensimu. Tanpa hadirnya seorang mentor, kamu akan rawan untuk kehilangan arah.

Begitu pula apabila nanti kamu jadi pemimpin. Tanpa kemampuan mentoring dan skill leadership, yang baik, kamu akan senantiasa kelelahan memasang badan untuk bawahan yang kurang kompeten, ditinggalkan oleh  mereka yang merasa kurang diapresiasi, dan bisa berakibat pada terhambatnya kariermu karena berkutat di masalah yang itu-itu saja.

Karakter Mentor yang Sukses

  • Dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik

Hal pertama yang harus dimiliki sebagai langkah awal menjadi seorang mentor skill leadership adalah kemampuan untuk menyelesaikan tugas utama dalam pekerjaan dengan sebaik mungkin. Bukan hanya sekadar menuntaskannya, tetapi juga harus bisa mengembangkan metode pencarian berbagai macam alternatif solusi untuk meningkatkan kinerja.

  • Menunjukkan kejujuran, integritas, dan juga tanggung jawab

Sikap dalam menentukan kualitas diri seseorang. Mentor yang baik bukan hanya dilihat dari prestasinya, namun juga bagaimana caranya memandang dan berperilaku. Dengan memiliki kejujuran, integritas, dan juga rasa tanggung jawab tinggi, dalam skill leadership, seorang mentor akan menjadi lebih kuat dalam memberikan pengaruhnya.

  • Paham norma serta workflow dalam perusahaan

skill leadership

Kamu boleh saja memiliki cara dan juga metode tersendiri dalam menuntaskan pekerjaan sebaik mungkin, tetapi tetap saja ada aturan dalam sistem yang perlu dipahami dan dijalankan. Seorang mentor sebaiknya harus tetap berpegangan pada pakem ini. Jika tidak, nantinya malah bisa jadi bumerang bagimu.

  • Pandai dalam manajemen waktu

Menjadi ahli di suatu bidang sebagai skill leadership memang dapat membuatmu menjadi sosok andalan, namun akan lebih baik lagi jika punya kemampuan manajemen waktu. Tanpa hal ini, jangankan mengajarkan kepada orang lain, meluangkan waktu untuk tetap berkembang pun terasa sulit.

  • Punya kemauan untuk menurunkan ilmu

Segala kecerdasan dan juga kemampuanmu akan lebih bermanfaat apabila diturunkan ke orang lain yang mau berkembang. Ini bisa mempermudah penyelesaian kerja tim tanpa membuatmu kerepotan harus terus turun tangan. Tak perlu takut untuk menjadi kalah saing.  Kamu akan tetap bersinar dengan caramu selama kamu terus belajar.

  • Memiliki kemampuan komunikasi efektif

Pernahkah kamu merasa ada seorang guru yang ahli di bidangnya, tapi seperti kurang cakap dalam transfer ilmu? Apa yang terjadi? Kamu menjadi tidak suka sama mata pelajarannya? Nilai kamu jadi jeblok?

Kurang lebih seperti itu gambarannya. Agar rekan kerja yang kamu bimbing dapat menyerap ilmumu dengan baik, kamu harus tahu metode pendekatan komunikasi yang efektif.

  • Punya kecerdasan emosional yang baik

Kamu sudah punya beban hidup sendiri. Ditambah lagi dengan harus membantu orang lain. Kecerdasan emosional dibutuhkan untuk menjaga stabilitas kinerja dan impresi kamu.

  • Terbuka atas keberhasilan dan kegagalan karyawan

Beri apresiasi atas pencapaian pada rekan kerja dan jangan takut untuk mengevaluasi atau memberikan teguran ketika ia melakukan kesalahan. Hal ini sangat diperlukan agar kamu dan tim tetap on track.

  • Berkomitmen terhadap pertumbuhan dan perkembangan karyawan

Mentor yang baik dalam skill leadership tidak akan mudah menyerah ketika mentee yang ia bimbing mengalami kesulitan dan hambatan tertentu. Kerahkan berbagai metode pendekatan yang sekiranya cocok dengan kompetensi dan juga karakter mereka agar bisa mengeluarkan potensi terbaiknya bagi perusahaan.

  • Menunjukkan keberhasilan dalam membangun jaringan profesional

Ini adalah salah satu bukti konkret dari skill leadership bahwa kamu “sebagus itu”. Dengan kemampuan ini, kamu akan mempunyai kredibilitas lebih tinggi di mata mentor. Mereka akan lebih mudah percaya dan yakin akan kemampuan pada dirimu. Kamu pun lebih mudah masuk ke dalam dunia mereka.

Karyawan yang baik pergi bukan karena pekerjaannya yang menyebalkan, tetapi karena boss-nya yang sudah tidak dapat memimpin. Jadilah atasan yang paham cara mengoptimalkan kemampuan para anggota tim.

Gimana? Sudah siap melompat lebih tinggi? Yuk, tanamkan jiwa mentor dari sekarang agar kamu tidak kelimpungan saat diangkat menjadi manajer nanti!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1
Butuh bantuan?
Assalamu'alaikum, ada yang bisa dibantu kak?