fbpx

Tak Disadari, 4 Kesalahan Perempuan Dalam Berwudhu

delia hijab kesalahan perempuan dalam berwudhu

deliahijab.com – Wudhu merupakan bagian wajib sebagai syarat sahnya sholat. Seorang mukallaf atau muslim yang sudah dikenai kewajiban atas perintah dan larangan agama, wajib hukumnya untuk mendirikan sholat selama jiwa masih berada di dalam raga. Sehingga, selama ketersediaan air mencukupi, air harus mengalir atas anggota tubuh yang harus dibasuh.

Namun tidak jarang juga seorang menganggap enteng persoalan wudhu. Padahal dituturkan Imam asy-Sya’rani, fokus sholat sangat ditentukan sesuai kualitas hati seseorang dalam wudhunya. Dan ini sungguh telah teruji.

Tidak hanya diukur melalui kualitas hati, tetapi juga dengan ketelitian dalam membasuh setiap anggota wudhu. Kali ini Delia Hijab, akan memaparkan beberapa kesalahan dalam berwudhu yang biasanya dilakukan oleh perempuan.

1. Tidak Menggulung Lengan Baju Hingga Melebihi Sikut

Mungkin Sahabat Delia pernah mengalaminya sendiri, seringkali ketika sedang memakai busana muslim dengan lengan panjang dan tidak menggulung lengan baju hingga melebihi siku. Hal ini cenderung dinilai remeh. Beranggapan wudhu sekedarnya saja—asal basah, tidak memerhatikan apakah airnya membasuh sampai ke siku atau tidak. Alih-alih berwudhu seolah hanya bermain air.

2. Tidak Melepas Hijab Saat Berwudhu

Selain perihal lengan baju, tanpa kita sadari hal ini juga tidak kalah bikin kita geleng-geleng kepala. Entah apa alasannya, tidak sedikit banyak perempuan ketika hendak sholat di masjid enggan melepas hijabnya saat berwudhu. Jelas, hal tersebut menyebabkan basuhan air pada bagian wajah dan kepala tidak merata, terutama pada batas rambut tumbuh di kepala.

3. Tidak Bersih Melakukan Istinja

Perlu diperhatikan lagi dalam menjaga kebersihan pakaian. Yaitu, ketika melakukan istinja selesai buang air yang perlunya dilakukan dengan teliti sampai betul bersih—yakin bersih. Seperti yang telah disabdakan oleh rasul:

عنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ [ اسْتَنْزِهُوا مِنَ الْبَوْلِ فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنْهُ ] – رواه الدارقطني

dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu: Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “bersihkanlah diri dari kencing. Karena mayoritas siksa kubur disebabkan dari bekas kencing tersebut.” (HR. Al-Daruqutni)

Bagaimana bisa bekas kencing menjadi sebab siksa kubur? Hal itu merujuk pada istinja yang tidak bersih. Wudhu menjadi tolak ukur untuk diterimanya sholat kita atau tidak. Yaitu apabila wudhu dinyatakan tidak sah, begitu juga sholat tidak dapat diterima, dalam kata lain sama seperti kita tidak melaksanakan sholat.

4. Tidak Membersihkan Make Up

Bagi perempuan, make up saat ini adalah penunjang penampilan. Penggunaan blush onmaskara, eye shadow atau eye liner adalah kebiasaan yang sudah melekat. Namun sangat disayangkan, hal ini tidak dapat menunjang tampilan ibadah kita, bahkan bisa saja menurunkan kualitasnya. Seperti halnya saat berwudhu, terdapat beberapa jenis make-up yang tahan air (waterproof). Make-up seperti ini tentunya menjadi sebab salah satunya wudhu tidak sah, karena menghalangi air untuk membasuhi permukaan kulit. “Sayang dibuang.” katanya—bukannya membersihkan make-up.

Rasulullah bersabda:

وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ أَسْبِغُوا الْوُضُوءَ

“Celaka atau lembah wail (di neraka jahanam) bagi para pemilik tumit yang tidak terkena air wudhu. Sempurnakan wudhu kalian!” (HR. Muslim)

Hadits di atas mengungkapkan pentingnya berwudhu, keharusan membasuh dan mengusap anggota wudhu dengan sempurna. Lebih lagi dalam kasus make-up yang waterproof, sebab dalam membersihkannya pun harus dengan cara yang benar agar bisa betul-betul bersih. Semoga kita selalu menjadi orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah. Amiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verification: 91309922493f5ad4
WhatsApp WhatsApp Kami