fbpx

Ternyata, Begini Demo Menurut Pandangan Islam

delia hijab - demo mahasiswa

deliahijab.com – Akhir-akhir ini wajah Indonesia terlihat buram dan muram. Timbul banyak isu serta polemik di tahun politik yang dianggap membawa Indonesia mundur kembali—mundur ke fase Orde Baru tanpa demokrasi.

“Dari paru-paru dunia keluar siksa, dari kursi kuasa muncul huru-hara. Dari timur cakrawala bermula, dari timur pijar membara.” – Asri Eka

Suasana menjadi penuh ketegangan, bahkan dipandang tidak elok dan berada dalam kondisi yang memperihatinkan. Sehingga kaum muda yang didominasi mahasiswa se-Indonesia terketuk hatinya. Dengan melantamkan tagar #SaatnyaPeoplePower, #MosiTidakPercaya hingga #TuntaskanReformasi ramai-ramai turun ke jalan melakukan unjuk rasa, kekecewaan atas kebijakan pemerintah yang bertubrukan dengan nurani publik.

Unjuk rasa atau demonstrasi (demo) ini diartikan sebagai bentuk gerak protes yang dilakukan dimuka umum untuk menyampaikan aspirasi, mengontrol, menolak atau menentang sebuah sikap, kebijakan serta lain sebagainya. Ya, meski kadang dilakukan dengan cara yang anarkis.

Uniknya demo kali ini diwarnai dengan poster dengan tulisan kreatif yang menyindir pemerintahan. Bentuk protes baru ini—meme, juga menjadi populer di berbagai negara sebagai medium mengekspresikan opini. Pandangan atau pesan yang dikemas dalam satu gambar dianggap lebih efektif daripada teks satu halaman penuh.

Meme lucu karena sifatnya candaan, tapi bisa menjadi komentar social yang sangat serius. Kebanyakan meme dikemas dalam kalimat-kalimat satire dan sarkastik yang berfokus pada ekspresi kekecewaan dan kemarahan.

Sebagian  mengomentari aksi demonstrasi ini dengan nada nyinyir dan menganggap dilakukan asal-asalan. Namun begitulah cara pendemo menghubungkan kebijakan pemerintah dengan dampak yang terjadi di masyarakat.

Kemudian, sebagai umat Islam bagaimana kita menyikapi aksi demo tersebut?

Firman Allah,

 

ولْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنْ الْمُنْكَرِ وَأُوْلَئِكَ هُمْ الْمُفْلِحُونَ

 

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” [QS. Ali Imran 2:104]

 

Kemudian ditegaskan kembali oleh Rasulullah,

 

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْماَنِ.

 

“Barangsiapa di antara kalian melihat kemunkaran, maka hendaklah ia merubah dengan tangannya, jika tidak mampu lakukanlah dengan lisannya, dan jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman.” [HR. Muslim 49/78]

Mengacu kepada dua sumber diatas, dapat kita simpulkan bahwa amar ma’ruf nahi munkar merupakan bagian dari dakwah agama. Dan aksi demo ini menjadi salah satu cara dari sekian banyak cara untuk menyerukannya

Akan tetapi, perlu diingat kembali bahwa demonstrasi sebaiknya dilakukan dengan cara yang baik dan beretika—kritis bukan berarti anarkis. Tentang narasi apa yang dituliskan pada poster-poster unik mahasiswa ini menggambarkan sebaliknya, beberapa berisi hujatan dan laknat terhadap rezim pemerintahan.

Masih tentang poster nyeleneh mahasiswa; dilansir akun Instagram @taufikauliaa, “Kalau semangatnya adalah #TuntaskanReformasi, maka mahasiswa tak sepatutnya memasukkan “seks bebas” ke dalam agendanya. Reformasi tidak mengamanatkan seks bebas.

Jangan pakai standar ganda, Bro. Korupsi ditentang karena merugikan negara. Sementara zina yang merusak tatanan masyarakat, malah dibela. Gak semua orang bisa korupsi, karena gak semua orang punya wewenang. Tapi semua orang bisa zina karena semua punya alat kelamin. Apa gak sama aja seremnya?

Lantas dimana pijakan narasi dalam spandukmu itu? Ayo pimpinan-pimpinan mahasiswa yang masih jernih moral dan pikirannya (yang udah rusak, silakan abaikan pesan ini), lebih waspada dan perbaiki narasi. Saya yakin, banyak yang kecolongan. Mungkin niatnya sarkas atau ngelucu, tapi kebablasan.

Gak lucu juga kalau kiprah kalian hari ini berkontribusi pada aborsi janin atau lahirnya anak-anak hasil perzinahan di masa depan. Negeri ini butuh patriot, bukan pezina yang nurutin hawa nafsu.

Maksiat yang dilakukan sembunyi-sembunyi dan penuh rasa malu berpeluang besar untuk diampuni. Sebaliknya, maksiat yang dilakukan, dikampanyekan, dan dibela tanpa rasa malu berpotensi besar untuk diadzab di dunia. (Abaikan kalau kamu udah gak percaya tuhan dan agama)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verification: 91309922493f5ad4
WhatsApp WhatsApp Kami