Cara Mengendalikan Amarah Dalam Mendidik Anak

Cara Mengendalikan Amarah Dalam Mendidik Anak

Cara Mengendalikan Amarah semua orangtua pasti pernah marah. Kemarahan bisa menjadi hal yang positif karena kadang kemarahan memberikan energi untuk melakukan sesuatu.

Di sisi lain, kemarahan juga bisa bersifat negatif, terutama bila sering terjadi di luar kendali. Kehilangan kesabaran saat marah bisa membuat masalah semakin buruk dan memicu adanya konflik dalam rumah. Kebiasaan kita berteriak saat marah dapat membuat anak takut dan ini bisa berdampak buruk untuk rasa percaya diri mereka.

Baca Juga : Keutamaan Bulan Muharram, Sejarah, Beserta Amalanya

Mengenali Tanda Amarah

Anda mungkin sering merasa amarah datang begitu saja tanpa peringatan, tapi sebenarnya tubuh kita menunjukkan tanda-tanda awal dari kemarahan lho. Dengan mengetahui tanda-tanda ini, kita bisa melakukan sesuatu untuk menghentikan kemarahan dan juga mengontrolnya.

Tanda awal kemarahan bisa berupa:

  • Detak jantung lebih cepat
  • Perut terasa teraduk-aduk
  • Napas lebih cepat
  • Bergejolak
  • Bahu menegang
  • Rahang dan tangan mencengkeram
  • Berkeringat

Dampak Negatif dari Terlalu Sering Memarahi Anak

1. Anak menjadi tidak percaya diri

Dampak dari terlalu sering memarahi anak munculnya perasaan takut salah sehingga anak tidak lagi memiliki rasa kepercayaan diri. Kemudian anak memilih berada di zona yang menurutnya aman dari amarah orangtua yaitu dengan tidak melakukan apapun.

2. Anak memiliki sifat egois dan keras kepala

Cara Mengendalikan Amarah  dari perilaku orangtua yang memarahi anaknya terus menerus akan berdampak anak akan tumbuh egois dan juga keras kepala.

Baca Juga : Manfaat Tidur Siang untuk Kecantikan yang Belum Kamu Ketahui

Anak berusaha untuk melindungi diri efek dari omelan orangtua. Sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan keras kepala.

3. Menjadi suka menentang

Kondisi ini menyebabkan anak ingin membela dirinya sendiri yang kemudian muncul perilaku suka menentang kepada orangtua.

Anak menjadi berani berbicara kasar dan menentang orangtua. Muncul pemikiran bahwa semua yang dikatakan orangtua selalu salah dan juga  harus ditentang. Anak juga tidak mau diatur untuk semua hal.

Sikap ini muncul akibat anak sudah terlalu sering dimarahi terus menerus. Maka muncul keinginan untuk bebas dari situasi seperti itu dan membuat dirinya berani untuk menentang.

Cara Mengendalikan Amarah pada Anak

Cara Mengendalikan Amarah

Cari tahu Arisan Delia Hijab

Berikut adalah beberapa tips agar tidak mudah marah dalam mendidik anak.

1. Jika ingin marah, segera tenangkan diri

Salah satu cara Cara Mengendalikan Amarah pada anak yang paling efektif adalah dengan cara menarik napas sedalam mungkin. Kemudian hembuskan dan ulangi beberapa kali sampai emosi Anda stabil.

Atau anda bisa pergi menjauh dulu dari anak, misalnya ke kamar. Jika sudah merasa lebih tenang dan rileks, barulah mengajak anak untuk berbicara dan memberikan arahan agar tidak mengulangi perilakunya lagi.

2. Coba kendalikan cara bicara

Semakin tenang dalam berbicara, semakin mudah juga Anda untuk menenangkan perasaan dan menahan emosi. Sebaliknya, jika kata makian akan membuat amarah semakin naik

Untuk itu, cara mengendalikan amarah pada anak yang efektif adalah dengan kendalikan cara bicara Anda sebisa mungkin.

Semakin sering dilatih, Anda dapat menguasai diri dan membuat anak mengerti bahwa perilakunya itu salah.

3. Hindari berkata kasar

Berkata kasar pada anak juga merupakan bentuk penganiayaan kepada seorang anak. Bahkan, hal tersebut dapat membekas lama dalam ingatan anak.

Untuk itu, jika saat marah, cara mengendalikan amarah pada anak yang perlu Anda latih adalah dengan memilih kata-kata yang baik.

Perkataan yang baik dapat membuat anak sadar akan kesalahannya, sedangkan dengan perkataan kasar hanya akan menyakiti hatinya dan membuatnya menjadi trauma.

Baca Juga : Manfaat Daun Kelor untuk Ibu Hamil Beserta Efek Sampingnya

4. Jangan berbuat sesuatu saat sedang marah

Saat sedang marah, tanyakan pada diri anda apa yang membuat Anda menjadi marah. Tundalah untuk berbuat apapun sampai amarah mereda.

Marah tidak akan berdampak apa-apa jika masih tersimpan dalam diri Anda. Ini baru akan berdampak apabila Anda bertindak sesuatu.

Pada kebanyakan kasus, orang menyesali perbuatannya karena terbawa emosi sampai melakukan kekerasan pada anak.

Oleh karena itu, sebisa mungkin terapkan cara mengendalikan amarah pada anak agar Anda tidak menyesal di kemudian hari.

5. Hindari memukul

Memukul akan mengajarkan anak-anak untuk menyakiti orang lain itu diperbolehkan. Hal ini bisa menyebabkan mereka percaya bahwa cara memecahkan masalah adalah dengan cara menggunakan kekerasan.

Selain itu, anak tidak akan membuat Anda merasa menjadi lebih baik. Bukannya lega, Anda justru akan dihantui dengan rasa bersalah dan emosi negatif lainnya.

Terlebih lagi, apabila kekerasan bisa membuat anak kehilangan kepercayaan pada orangtua sehingga akan bertingkah lebih nakal.

Itulah beberapa tips Cara Mengendalikan Amarah dan dampak yang ditimbulkan apabila kita sebagai orangtua terlalu sering memarahi si kecil.

Sangat penting untuk di terapkan dalam kehidupan sehari hari khususnya dalam mendidik anak agar tumbuh dewasa dengan baik dan sehat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Butuh bantuan?
Assalamu'alaikum, ada yang bisa dibantu kak?